7 Contoh Teks Drama Untuk 4/5/7 Orang Singkat/Pendek Terbaru 2018

Posted on

Contoh teks drama adalah pelajaran bahasa indonesia ataupun bahasa inggris dengan kelompok yang berbeda kadang kita di suruh untuk membuat untuk 4 orang ataupun 5/7 tergantung di suruhnya.

7 Contoh Teks Drama Untuk 4/5/7 Orang Singkat/Pendek Terbaru 2018

Pengertian Teks Drama

Drama adalah karangan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia dalam bertingkah laku yang dipentaskan dalam beberapa babak. Seni drama sering disebut seni teater.

Contoh Teks Drama Untuk 4 Orang Pendek

Contoh 1

contoh pertama adalah contoh teks drama untuk 4 orang tentang  “Nasihat teman mengenai pentingnya pendidikan”
Judul      : Nasehat Teman Tentang Pentingnya Pendidikan
Tema     : Sosial
Pemeran : Lubis, Erna, Jalil, Umroh
Karakter : Lubis (suka bermain), Erna (suka terbawa pengaruh teman), Jalil (pegiat), Umroh (pelajar yang tekun).
Sinopsis Drama Remaja
Jalil dan Umroh pada hari itu berusaha untuk memberikan pemahaman kepada kedua temannya, yaitu Erna dan Lubis tentang betapa pendidikan itu jauh lebih penting katimbang melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai.
Dialog Drama
Lubis:
Besok hari Minggu kalian pada mau kemana nih? Pasti ada acara jalan-jalan ya?!
Erna:
Nggak tahu tuh.. aku belum punya rencana kemana-kemana.
Jalil:
Kalau aku mau stay dirumah aja. Aku mendingan belajar daripada jalan kesana-kemari nggak jelas gitu.
Umroh:
Iya, aku juga sama dengan Jalil. Daripada keluyuran nggak jelas kan mending belajar aja dirumah.
Jali dan Umroh memang berbeda dengan Lubis dan Erna. Jalil dan Umroh adalah sosok remaja yang rajin belajar dan senantiasa memprioritaskan pendidikan.
Lubis:
Kalian hari Minggu pun masih dipake untuk belajar?! kan selama tujuh hari itu kita hanya punya satu hari untuk menenangkan diri, ngapain juga mesti dipake untuk belajar.
Erna:
Iya, mereka ini rajin banget sih. Padajal belajar selama enam hari itu kan juga sudah lebih dari cukup.
Umroh kemudian menjabarkan kepada mereka bedua, betapa pendidikan itu jauh lebih penting daripada bermain atau keluyuran nggak tentu arah.
Umroh:
Berlibur itu emang perlu sih.. kita pastinya emang merasa jenuh jika setiap hari hanya belajar dan belajar, tapi kit aharus ingat bahwa dengan banyak belajarlah yang akan menjadikan kita sebagai anak yang pintar.
Jalil:
Iya, aku setuju dengan kamu, Umroh. Udahlah, aku sih bukannya melarang kalau kalian mau jalan, tapi maunya aku tuh kalian tetap fokus sama pendidikan. Jangan kebanyakan keluyuran, sementara pendidikan kalian abaikan.
Erna:
Siapa bilang aku mengabaikan pendidikan. Aku juga belajar kok.. cuman nggak serajin kalin sih..

Contoh 2

contoh kedua Merupakan contoh teks drama 5 orang singkat/pendek tentang kejujuran.
Judul : Tentang Kejujuran
Tema : Sosial
Durasi : Pendek
Penokohan : Nuril (baik), Ahsan (tidak baik), Iba (tidak baik), Sandi (baik), Tasya (jujur)
Sinopsis Skrip Drama
Nuril, Ahsan, Iba, Sandi, dan Tasya adalah lima orang bersahabat yang sudah berteman sejak mereka kecil. Pada hari itu Nuril kehilangan dompetnya disebuah taman, kemudian dia menanyakan kepada Ahsan dan Iba apakah mereka menjumpai dompetnya. Kemudian, Ahsan dan Iba mengatakan ke dia bahwa mereka tidak melihat adanya dompet jatuh pada saat mereka sedang berada ditaman.
Teks Dialog Drama
Nuril:
San, kamu kemarin lihat dompet aku, tidak? soalnya dompet aku hilang, dan sepertinya dompet tersebut jatuh disekitar taman.
Ahsan:
Tidak, aku tidak menjumpai dompet kamu.
Iba:
Iya, aku juga tidak melihat dompet. Dompet kamu ada uangnya banyak?
Nuril:
Tidak banyak, tapi kan ada banyak barang berharga dalam dompet tersebut.
Sandi yang merasa seperti ada yang tidak beres menaruh rasa curiga kepada Ahsan dan Iba, karena pada saat itu tidak ada orang lain ditaman kecuali mereka berdua.
Sandi:
Apa benar kalian tidak melihat dompetnya Nuril? bukankah kemarin yang terakhir ditaman itu cuma ada kalian berdua.
Ahsan:
Jadi kamu nuduh aku?!
Sandi:
Tentu saja aku tidak menuduh kamu! aku kan cuma mau memastikan apakah kamu melihat atau tidak.
Iba:
Kalau kamu tidak nuduh, ya nadanya jangan seperti itu! kamu kan bisa nanya baik-baik.
Melihat Ahsan, Iba dan Sandi sedang tegang, Nuril pun mencoba mencairkan suasana.
Nuril:
Ya sudah.. sudah.. tidak usah dibahas lagi, mungkin dompetku memang tidak jatuh ditaman. Lagian kalau Ahsan dan Iba yang menemukannya pastinya mereka juga kan ngasih tahu aku.
Ahsan & Iba: Iya, benar itu!!
 
Waktu sudah terlihat semakin senja. Mereka berempat pun segera pulang kerumah masing-masing dimana mereka tinggal satu kampung.
Nuril:
Sudah mau malam.. ayo kita pulang…
Sandi:
Ya, mari kita pulang.
Ketika mereka beranjak melangkahkan kaki untuk pulang tiba-tiba datanglah Tasya. Tasya pun bertanya kepada teman-temannya itu, apa yang mereka lakukan disitu.
Tasya:
Kalian sedang apa? sepertinya baru ada “pertemuan penting?”
Nuril:
Tidak ada, kamu ini ada-ada saja. Ya biasa, sesama teman kan biasa saling kumpul dan mengobrol.
Kemudian Sandi menceritakan duduk permasalahan yang sebenarnya kepada Tasya. Sandi bercerita kepada Tasya tentang dompet Nuril yang hilang.
Sandi:
Begini, dompet Nuril itu jatuh. Perkiraan Nuril jatuhnya ditaman, dan setahu aku kemarin itu yang terakhir terlihat ditaman itu cuma ada Ahsan dan Iba, jadi Nuril menanyakannya kepada Ahsan dan Iba, tapi mereka tidak melihat dompet tersebut.
Seketika Tasya ingat, bahwa sewaktu dia lewat depan taman itu kemarin dia melihat Ahsan dan Iba sedang memegang sebuah dompet. Tasya pun menanyakan hal tersebut kepada Ahsan dan Iba.
Tasya:
Kalian benar tidak melihat dompetnya Nuril?
Ahsan:
Tidak, aku tidak melihat. Kan kalau aku melihat pasti aku kembalikan ke dia.
Iba:
Iya, benar kami tidak melihatnya.
Tasya:
Terus yang kalian pegang dan kalian cek isinya kemarin itu dompet siapa? setahuku kalian selama ini tidak pernah memakai dompet, iya kan?
Iba dan Ahsan seketika langsung terdiam dan tidak bisa ngomong apa-apa. Dia tidak menyangka kalau ternyata Tasya mengetahuinya.

Contoh 3 

contoh ketiga meruapakan contoh teks 7 orang tentang Sekolah
Di sebuah sekolah yang sederhana terdiri dari 6 orang murid dan 1 orang guru. Mereka tak begitu paham apa itu sekolah, belajar dan yang lainnya. Yang mereka ketahui adalah mendengar, menghapal, menghitung dan membaca. Kebetulan pada hari itu mereka belajar diluar kelas. tak lama kemudian guru merekapun dating dan menghampiri mereka untuk memulai pelajaran.
Bu guru                : “assalamualaikum anak-anak…!!!”
Tono                     :”pagi Bu guru….!”
Rapiah                   :”kau ini, Ibu bilang assalamualaikum bukan pagi !”
Tono                      :”sekarang kan memang pagi bukan siang!”
Rojak                  :”Sudahlah toh kalian tidak menjawb juga !”
Bu guru                :”kalian ini pagi-pagi sudah rebut!!”
(Mereka semua semua tertunduk diam  dan salah seorang dari mereka ada yang berrtanya)
Rojak     :”apa pelajaran kita hari ini Bu guru!”
Bu guru                :”kita akan belajar menghitung dan melihat wilayah Indonesia, sekarang     keluarkan alat tulis kalian dan alat hitungnya!”
(merekapun menuruti perintah bu guru)
Bu guru                :”sekarang coba hitung 20-9?”
Merly                    :”bu saya lupa tidak membawa alat hitung, bagaimana aku bias menghitung!”
Tono                      :”pakai saja jari kau!”
Merly                    :”jariku Cuma ada sepuluh! “(dia berdiri dan memperlihatkan jari tangannya pada temannya)
Rapiah                  :”kau ini hitung dua saja setiap jari kau!”
Merly                    :”hemmzz..aku tahu cara yang lebih mudah”(diapun berdiri di depan teman-temannya kemudian berjongkok mulai menghitung dengan lantangnya dari satu sampai duapuluh dari jari tangan sampai jari kaki, dia berdiri dan berkata) beginikan bu guru!”
(Semuanya tertawa diapun kembali ke tempat duduknya dengan wajah merah)
Bu guru                :”sudah…sudahh!”
Laras                      :”ia teman-teman sudah diakan belajar dan berusaha ga apa-apakan!”                                                   
(semuanya diam coba menahan tawa, tapi ada satu orang murid yang hanya diam dan tampak serius menghitung. Bu guru pun menghampirinya)
Bu guru                                :”kamu kenapa bisa ibu bantu!”
Maria                    :”aku bingung aku menghitung dan nilainya menjadi besar!”
Bu guru                                :”coba ibu lihat cara menghitung kamu!”
Maria                    :”begini bu..(diapun menjelaskan cara menghitungnya) ku bariskan hitungan ini sampai duapuluh ku beri tanda kurang dan kubariskan sebanyak Sembilan,lalu saya hitung hasilnya menjadi dua puluh Sembilan bu guru..!”
(semua murid menyorakinya)         
Rapiah                  :”bodoh sekali kau ini!”
Maria                    :”(hanya melongo tampak kebingungan)”
Bu guru                :”ayo..anak-anak siapa yang bisa?”
Rojak                     :”saya bu…!”(diapun kedepan dan menjelaskan)
Laras                      :”wahh kau anak pintar hebatt-hebat!”
Tono                      :”kau suka dia yuaa..”(dengan nada sedikit menyindir)
(semuanya bersorakkkk)
Bu guru                :”Tono,Tono…ada-ada saja, sesame teman harus akur. Sekarang pelajaran terakhir ( bu guru pun membuka peta dan berkata) kalian tau apa ini?”
Merly&Maria     :”Gambarr…!”
Bu guru                :”bukannn..!”
Rojak                     :”itu peta teman-teman!”
Bu guru                :”iya benarr…!”
Merly                    :”kalian semua ndeso!”
Tono                      :”enak saja  kau!”
Rojak                     :”boleh aku lihat bu!”
Bu guru                :”boleh..!”
Merly, Tono, Laras, Maria, Rapiah :”kami juga ingin lihat bu!”
(berlarian ke depan melihat peta)
Rapiah                  :”waww lebih besar telapk tanganku daripada wilayah Indonesia!”
Merly                    :”yahh apa kita masih di Indonesia!”
Laras                      :”Indonesia dekat Malaysia!”
Bu guru                :”ini hanyalah gambarnya membantu kita mengetahui letak wilayahnya, bukan besarnya sperti itu mengerti!”
Tono, Rojak, Maria, Laras, Rapiah, Merly      :”oohhh mengetii bu…..!”
Bu guru                :” oh ia anak-anak minggu depan kita ulangan!”
(tak lama terdengar suara adzan sebagai tanda habisnya jam pelajaran. Semua murid bersiap-siap untuk pulang, setelah guru mereka pergi merekapu berkumpul)
Tono                :”heii tunggu apa kalian tahu mengenai kertas yang tersimpan di dalam kantong di atas pohon!”
Merly              :”yah itu sangat menakutkan, tak ada satu orang pun yang berani ke tempat itu!”
Maria              :”memangnya kenapa..?”
Tono                    :”katanya disana ada rahasia supaya kita cepat pintar!”
Laras                   :”akhh masa iaa..siapa bilang!”
Rojak                    :”jangan percaya, mana ada!”
rapiah                  :”kita buktikan saja!”
Maria              :”yah kita kesana bersama-sama!”
Laras                     :”jangan itu musryikk, kata bu guru itu tidak baik!”
Merly                    :”yahh kita buktikan saja!”
 (akhirnya karena penasaran mereka pun pergi ke tempat itu, di perjalanan terdengar suara-suara yang menyeramkan sesekali terdengar suara burung kematian, desiran angin membuat bulu kuduk orang yang merasakan merinding keadaan sunyi dan mencekam. Mereka berjalan mengendaap-endap, tiba-tiba salah seorang dari mereka berteriak).
Tono                :”aawww..sakit!”
Laras               :”sssstttttt…jangan berisik, kau ini bikin kaget saja!”
Tono                 :”ada yang menginjak kaki ku!”
Rojak                :”sudah, sudah!”                                             
(tak lama kemudian merekapun sampai ke tempat yang di tuju, di bwah rindangnya pohon)
Maria                 :”lihatlah itu di atas sana!’
Merly         :”yahh rahasia…siapa yang bersedia memanjat!”
Tono               :”tenang sajalah untuk kali ini aku ahlinya!”
(Tono pun memanjat dan mengambl kertas tersebut. teman-temannya hanya melihat dengan rasa ketakuta, tubuh mereka bergetar dan tak ingin mereka melihat kea rah lainnya. Tono pun turun dengan perlahan tiba-tiba terdengar sebuah benda entah dari mana asalnya mereka semua lari terbirit-birit, mereka semua kembali ke sekoah dan beristirahat sejenak).
Maria             :”Tono cepatlah buka!”
Rapiah          :”yahh aku sudah tak sabar!”
Laras              :”dan supaya kita tak usah menghapal!”
Maria                 :”biar aku yang membukanya!”
(semua berkumpul mengerumuni Maria, Maria membuknya dengan perlahan).
Tono                      :”lama sekali kau ini!”
( Tono merebut dan langsung membukanya, mereka semua terkejut).
Maria, Merly, Rapiah, Laras, Tono, Rojak                    :”hahaha…KALAU MAU PINTAR MAKANYA BELAJAR!”
Rojak                     :”astagfirullahhaladzim..3x!”
(mereka semua tertawa)
Rapiah            :”hukhh ada-ada saja!”
Tono                  :”heii memang benarkan !”(dia bicara seraya ditinggalkan teman-temannya beristirahat ,
bu guru pun menghampiri mereka).
Bu guru                :”ada pa kalian semua ini!”
( Tono pun memberikan kertas tersebut sambil tertunduk malu, bu guru pun tersenyum).
Bu guru                :”kalian ini anak-anak yang pandai!”
Tono, Rojak, Merly, Laras, Rapiah, Maria               :”haaaakkkkhhhhhh…!”
Bu guru                :”ibu kasih kalian nilai C, yahh cukup pandai untuk mencari harta karun!”
(semuanya tertawa
Contoh 4
contoh keempat merupakan kumpulan contoh teks drama untuk 4/5/7 orang tentang pertentangan, persahabatan, percintaan, cerita rakyat, kebersihan, komedi, ham, istiqomah, hukum, kdrt,amanah, sekolah bahasa jawa, narkoba, dan kerajaan. Anda bisa dapatkan contoh tersebut dengan mengklik table yang berada di sebelah layar atas kanan anda atau di paling bawah terimakasih.
Gambar Gravatar
Blogger yang ingin berbagi kepada semua orang ~~ IG : refsananda ~~ (STKIP Pasundan Cimahi "15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *