18 Contoh Karangan Bahasa Indonesia tentang liburan(Pengalaman, Lingkungan, Sekolah, Keluarga, Pendidikan)

Posted on

minna kali ini admin akan membahas 18 contoh karangan bahasa indonesia tentang liburan, pelajaran ini biasa kita dapatkan pada pelajaran bahasa indonesia setelah liburan panjang. Adapun contoh karangan bahasa indonesia tentang liburan, pendidikan, lingkungan, sekolah.

18 Contoh Karangan Bahasa Indonesia tentang liburan(Pengalaman, Lingkungan, Sekolah, Keluarga, Pendidikan)

Contoh Karangan Bahasa Indonesia 

contoh karangan pertama yang akan di bahas adalah tentang liburan, sekolah, pendidikan, lingkungan.

Contoh 1

Contoh pertama adalah contoh karangan bahasa indonesia tentang liburan panjang.

“Pengalaman Liburan di Rumah Nenek”

Liburan kali ini sangat berkesan bagiku. Aku diajak ayah berlibur ke rumah nenek di sebuah desa di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sebenarnya sudah lama aku tidak berkunjung ke desa nenek. Maka kesempatan berlibur ke rumah nenek sangat menggembirakan hatiku.

Pukul delapan pagi aku berangkat bersama ayah. Ayah mengendarai motor dan aku membonceng di belakang. Setelah menempuh sekian puluh kilometer, akhirnya kami sampai di rumah nenek.

Keesokan harinya, aku diajak keponakan ayah untuk pergi ke sawah nenek. Kebetulan hari itu nenek lagi panen padi. Sawah nenek tidak jauh dari rumah. Beberapa menit saja aku sudah sampai di lokasi sawah nenek. Banyak orang sedang memanen padi di sawah nenek. Ada yang menyabit padi. Ada pula yang merontokkan butir padi dengan alat perontok padi.

Hari ketiga, aku diajak ayah ke rumah teman lamanya di pinggiran Danau Singkarak. Rumah teman ayah berada di pinggiran danau sehingga dengan leluasa dapat menyaksikan keindahan danau Singkarak. Danau terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba di Sumatera Utara.

Hari-hari berikutnya aku lalui dengan menyenangkan. Ikut bergabung bermain bersama teman di desa itu. Ternyata mereka sangat ramah dan suka bergaul. Aku merasa seakan-akan sudah lama bergaul dengan mereka.

Hari terakhir, aku merasa enggan meninggalkan desa nenek. Desa yang subur, penduduknya yang ramah dan suka bergotong-royong. Rasanya aku ingin terus berada di desa nenek tetapi itu tidak mungkin. Sore hari aku pulang kembali ke rumah bersama ayah.

Seminggu penuh aku berada di rumah nenek menjalani masa libur. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Jika ada kesempatan liburan sekolah pada masa berikutnya, aku meminta pada ayah agar kembali berlibur di rumah nenek.

Contoh 2

contoh kedua merupakan contoh teks karangan bahasa indonesia tentang lingkungan.

Hutanku Sayang Hutanku Malang

Dahulu hutan kami sangat lestari dan indah. Di sanalah terdapat ribuan jenis tumbuhan dan binatang yang hidup saling berdampingan. Selain menjadi tempat tinggal para tumbuhan dan binatang, hutan juga merupakan sumber utama bagi kehidupan manusia. Hutanlah yang menyediakan sumber makanan bagi kita. Binatang dan tumbuhan  yang ada di sana menjadi sumber makanan yang tidak terbatas bagi kita.

Selain menyediakan sumber makanan, hutan juga menjadi sumber mata pencaharian bagi sebagian orang. Kayu dan sebagian tumbuhan yang ada di dalam hutan bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk dijual. Bahkan hutan berperan penting sebagai pemasok udara bersih bagi manusia, sehingga hutan juga disebut dengan paru-paru dunia yang memberikan oksigen kepada kita semua untuk bernafas.

Namun, kini hutan telah kehilangan kelestariannya. Mereka telah hancur dan bahkan telah hilang  dengan beralih fungsi menjadi perkebunan dan pemukiman penduduk. Hal ini disebabkan oleh manusia-manusia yang rakus. Mereka dengan membabi buta mengeksploitasi hutan, menebang pohon dan memburu binatang-binatang demi kepentingan pribadi mereka dan demi memenuhi kantong-kantong mereka.

Akibat dari perbuatan keji itu, saat ini hutan telah kehilangan fungsinya. Hutan sudah tidak lagi menjadi tempat hidup para tumbuhan dan binatang. Bahkan sebagian dari mereka ikut punah akibat kehilangan tempat tinggalnya. Hutan juga kini tidak bisa lagi menyediakan sumber makanan bagi manusia. Habislah sudah sumber daya di dalam hutan sehingga kini manusia tidak bisa lagi memnfaatkannya.

Sumber-sumber air pun kini ikut menghilang karena rusaknya pohon-pohon di dalam hutan, sehingga menciptakan kekeringan dimana-mana. Bahkan kini hutan sudah bukan lagi menjadi paru-paru dunia untuk menyediakan udara bersih bagi kita karena habis sudah pohon-pohon di dalam hutan.

Kini hutan bahkan seakan marah kepada manusia. Mereka tidak mau lagi bersahabat. Akibatnya terjadilah bencana-bencana alam yang mengerikan seperti tanah longsor dan kekeringan dimana-mana. Tidakkah kita mendengar jeritan mereka, tidakah kita peduli dengan mereka. Marilah kita bersahabat kembali dengan mereka demi keberlangsungan hidup kita dan anak cucu kita kelak.

Contoh 3

Contoh ketiga merupakan contoh karangan bahasa indonesia tentang sekolah

Sekolahku

Sekolahku, SMAN 1 Tanjung Hitam adalah sekolah yang sangat besar dan hijau. Sekolahku terletak di tengah – tengah kota dan dibangun di atas lahan seluas 2 hektare. Meskipun terletak di tengah – tengah kota, suasana di sekolahku tidak sama dengan suasana yang ada di perkotaan.

Sekolahku sangat sejuk karena memiliki banyak sekali pohon – pohon hijau yang rimbun di dalamnya. Pohon yang sangat banyak tersebut membuat udara di sekolahku terasa sangat sejuk dan segar. Udara yang masih segar tersebut membuat kami bersemangat untuk belajar setiap hari di sekolah.

Sekolahku memiliki gedung – gedung yang cukup besar. Gedung – gedung tersebut disusun sesuai dengan fungsinya masing – masing. Jika kita memasuki pintu gerbang utama, kita akan melihat sebuah gedung yang sangat besar. Gedung itu adalah tempat kerja para guru dan staff sekolah kami. Selain itu, di sana juga terdapat ruang tunggu untuk para tamu yang dilengkapi dengan fasilitas televisi dan pendingin ruangan.

Baca Juga:  Pengertian Karangan Deskripsi, Ciri – Ciri, dan Jenisnya Adalah
Setelah melewati gedung utama dan masuk lebih ke dalam lagi, kita akan menjumpai ruang – ruang kelas yang berbaris. Ruang – ruang tersebut dibangun mengelilingi tiga buah lapangan yaitu lapangan upara, basket dan futsal. Jika kita berdiri menghadap tiang bendera, ruangan – ruangan yang berada di sebelah kanan merupakan lokal kelas untuk anak kelas 1 dan 2. Ada 14 kelas yang terbagi menjadi 2 lokal, yaitu 8 lokal untuk kelas IPA dan 6 lokal untuk kelas IPS.

Sedangkan di sebelah kiri adalah gedung – gedung laboratorium, perpustakaan, masjid, dan lokal untuk kelas tiga. Lokal kelas tiga terletak di samping Laboratorium dan disusun bertingkat. Ada 7 kelas diantaranya adalah 3 kelas berada di lantai dua untuk IPS dan 4 kelas di lantai bawah untuk anak IPA.

Selain memiliki gedung – gedung yang lengkap, sekolahku juga memiliki kantin yang sangat luas. Kantin – kantin kami sangat bersih, tersusun dengan sangat rapih dan permanen. Kita bisa menemukan berbagai macam makanan ringan maupun makanan berat seperti soto, bakso, mie ayam, dan masih banyak laigi.

Contoh 4
contoh keempat adalah contoh karangan bahasa indonesia tentang pengalaman liburan sekolah.

Wisata ke Pantai Bajul Mati saat Libur Sekolah

Sudah sejak seminggu lalu orangtuaku berencana untuk liburan ke pantai, mengingat aku dan adik sedang liburan sekolah, sekaligus sebagai hadiah karena kemaren lusa adikku merayakan ulang tahun.

Jam masih menunjukkan pukul 04.56 pagi, tapi aku dan keluarga sudah bersiap pergi ke pantai Bajul Mati. Kami berangkat sepagi ini karena jarak dari rumah ke pantai sekitar 3 jam perjalanan. Untuk mengganjal perut kami, ibu telah menyiapkan roti isi telur favoritku.

Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil. Dalam mobil ada aku, adik perempuanku, ayah dan ibu. Aku dan adik dilarang membawa handphone oleh ayah dan ibu agar lebih menikmati perjalanan dan liburan itu sendiri. Untuk menghabiskan waktu aku bermain “tebak nama berdasarkan huruf” bersama adikku yang hanya terpaut 2 tahun dariku.

Langkah pertama dalam permainan ini kami menentukan temanya dahulu, kali itu tema yang kami pilih adalah hewan. Selanjutnya Kami meminta bantuan ibu untuk menyebutkan huruf depan nama hewan yang akan kami tebak. Jika ibu bilang huruf “M” maka aku dan adikku adu cepat dan adu banyak dalam menyebutkan nama hewan yang memiliki awalan “M”, seperti monyet, merak, merpati dll.

Setelah tema hewan kami mulai berganti tema menjadi nama buah, nama karakter komik, nama negara, dll. Tak jarang ayah tiba-tiba ikut menjawab walaupun dia bukan peserta resmi permainan. Tidak ku sangka jika permainan sesederhana ini ternyata begitu menyenangkan dan menghibur.

Tak terasa dua jam sudah berlalu. Kami mulai memasuki daerah perbukitan. Aku dan adik mulai memperhatikan pemandangan dengan seksama. Kami terpesona karena melihat hamparan sawah di bawah yang begitu indah. Sayangnya aku hanya bisa menikmati pemandangan tersebut sebentar saja, karena setelah itu aku pusing dan mual akibat jalan yang berkelok-kelok, naik dan turun. Ibu memberikanku minyak kayu putih. Aromanya benar-benar bisa mengurangi mual yang aku alami.

Akhirnya kami sekeluarga tiba di Pantai Bajul Mati. Pantai ini terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kami segera menuju ke gazebo kecil yang ada di beberapa lokasi pantai. Sambil menikmati angin laut, kami makan bersama dulu. Menu kami kala itu adalah ayam goreng dan sosis. Memang masakan ibuku rasanya enak sekali.

Aku tidak bisa berhenti takjub melihat indahnya pantai ini. Pantai Bajul Mati memang belum terlalu terkenal, sehingga belum banyak pengunjung yang datang. Namun pantainya masih sangat bersih yang membuat kami sekeluarga nyaman.

Aku dan adikku tak sabar untuk bermain, jadi kami langsung berlari ke arah tepi pantai. Kami tidak mengindahkan perkataan ibu yang menyuruh kami memakai sunblock terlebih dahulu. Rasanya segar ketika air laut mengenai kaki kami.

Di tepi pantai aku menemukan ranting kayu yang panjang. Akhirnya aku ambil dan menyeretnya sepanjang perjalan. Setelah berjalan beberapa saat kami sampai di muara, yaitu tempat pertemuan air sungai dan air laut. Kami berhenti dan melihat ke belakang, terlihat garis panjang di pasir hasil ranting kayu yang aku seret daritadi. Entah kenapa aku dan adikku merasa garis tersebut sangat keren. Selanjutnya kami memutuskan untuk berenang dulu di muara. Karena arusnya tenang tidak seperti di laut.

Kami berenang sekitar 15 menitan, sebelum orangtua kami memanggil, menyuruh kami ke tepi laut. Kami sekeluargapun bermain air. Ayah mengajak kami duduk bersila membelakangi laut. Saat ombak datang kami terseret ke pantai. Rasanya sangat seru, karena kita tidak melihat kapan ombak datang. Sementara ibu hanya bermain air di tepi pantai dan memotret kami melalui kameranya.

BACA JUGA  Kumpulan Lagu Film Kartun Anak-Anak Jaman Dulu Tahun 90an, Ayo Bernostalgia!
Setelah puas bermain air, ayah mengajak kami menulis di pasir. Tulisan yang kami buat saat itu adalah “Happy Family”. Ketika melihat hasil potretan ibu di kameranya, ternyata bagus juga.

Tak terasa sudah jam 12 siang, matahari sudah sangat terik. Ayah dan ibu mengajak kami untuk membersihkan diri. Setelah bersih, kami sholat dhuhur berjamaah di mushola dekat tempat kami mandi. Acara dilanjutkan dengan menikmati bakso hangat di warung di pinggir pantai, rasanya enak sekali makan sambil melihat keindahan pantai.

Saat perjalanan pulang aku dan adik tertidur pulas. Saat kami bangun, tahu-tahu kami sudah berada di rumah. Sungguh menyenangkan liburan kali ini. Aku tidak sabar ke pantai lagi bersama ayah, ibu dan adik. Aku pun kembali tertidur sampai pagi karena masih kecapekan.

Gambar Gravatar
Blogger yang ingin berbagi kepada semua orang ~~ IG : refsananda ~~ (STKIP Pasundan Cimahi "15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *